Skip to main content

Tak Berpenghasilan Akibat Corona, Pria Ini Kumpulkan Beras Tumpah di Jalan Demi Bisa Makan, Sungguh Pilu Melihatnya.

Wabah corona (covid-19) yang telah menjadi pandemi global telah mendatangkan dampak bagi penduduk dunia.

Tidak hanya mendatangkan dampak sosial namun juga dampak ekonomi.

Tak sedikit masyarakat yang tak berpenghasilan, bahkan kelaparan, akibat hilang pekerjaan mereka.

Satu di antaranya terjadi di Malaysia, tampak bagaimana masyarakat benar-benar terdampak Covid-19.

Seorang anggota parlemen untuk Batu Kawan di Penang Malaysia, YB Kasthuri Patto membagikan unggahannya, memperlihatkan potret pilu.

Tampak dalam unggahannya tersebut seorang pria rela mengambil beras yang tumpah berserak di jalanan.

YB Kasthuri Patto mengatakan dalam unggahannya pria tersebut mengambil beras yang jatuh saat diangkut, padahal beras tersebut telah bercampur dengan debu di jalan.

"Ini mencengkeram hatiku. Seorang pekerja asing yang tidak memiliki penghasilan, mengambil beras dari jalan."

Pria tersebut pun rela melakukannya, dan menyebut beras tersebut dapat dicuci, kemudian dapat dimakan kembali.

"Pekerja atau warga negara asing, kaya atau miskin, kelaparan menyerang kita dengan cara yang sama. Mari saling memperhatikan satu sama lain untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. #KitaJagaKita," lanjutnya.

Warga Dua Hari Tak Makan

Potret kemiskinan juga terjadi di Indonesia, di mana baru-baru ini seorang warga kelurahan Lontar Baru, Kota Serang, Banten ini, mengeluhkan kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Warga yang bernama Yuli bahkan mengaku dirinya suami dan empat anaknya dua hari hanya minum air untuk menghilangkan rasa lapar, karena tak mampu lagi membeli beras.

Dilansir dari Kompas TV, Sehari-hari dia dan suaminya bekerja serabutan mengangkut sampah,dengan gaji harian.

Namun pandemi Corona, membuat mereka tak lagi punya penghasilan.

Hingga akhirnya dirinya dan sumai menjadi sorotan bantuan pun datang.

Tapi, pada Senin, 20 April lalu, ibu empat anak ini dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan ke puskesmas.

Menurut keluarga, diduga Almarhumah banyak pikiran atau tekanan psikologis.

Camat Serang Tb. Yasin menepis dugaan almarhumah meninggal karena kelaparan.

Nekat Mencuri Beras Lantaran Kelaparan

Seorang pria berinisial A (40), warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Medan, Sumatera Utara, tertangkap warga saat mencuri beras di warung dekat rumahnya,Sabtu (18/4/2020).

Dilansir dari Kompas.com, pria tersebut pun sempat menjadi sasaran amukan warga, namun setelah diinterogasi pria tersebut nekat mencuri beras karena kelaparan dan tidak punya uang untuk beli makan.

"Pelaku menerangkan sudah sangat lapar sekali, berhubung apapun sudah tidak ada yang bisa dimasak untuk dimakan," Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing.

Martua pun memerintahkan Kanit Binmas Polsek Medan Baru Iptu Hirlan R Suprianto untuk mengecek kondisi rumahnya.

Setelah tiba di rumah pria tersebut, ternyata kondisinya memang benar dan sangat memprihatinkan.

Bahkan di rumah tersebut petugas yang datang terpaksa harus duduk di lantai karena memang tidak ada meja dan kursi.

Saat diberikan bantuan oleh polisi berupa 1 karung beras, telur, dan sejumlah uang, pria tersebut hanya bisa menundukan kepala dan menyeka air matanya sambil mengucapkan terima kasih.

"Abang jangan melihat nilai yang kami berikan, tapi mudah-mudahan bermanfaat sama abang," kata Iptu Hirlan. 

Rupanya pria berusia 40 tahun itu sebelumnya bekerja sebagai tukang bubut di sebuah bengkel, namun karena terkena imbas wabah corona bengkel tempatnya bekerja menjadi sepi, sehingga ia tidak memiliki penghasilan sama sekali.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, pria tersebut mengaku sebelumnya sempat mendapat bantuan sembako, namun ia berikan kepada istri dan 3 anaknya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Karena kesulitan ekonomi, pria tersebut juga diketahui hanya tinggal sendiri karena istri dan tiga anaknya meninggalkannya dan pergi ke rumah mertua.

"Karena tidak ada lagi yang bisa dimakan dan tidak mempunyai uang untuk membeli makanan, maka mencuri," kata Martua.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar