Skip to main content

KABAR BAIK, Segera Dibuka Kartu Pra Kerja Gelombang 4, www.prakerja.go.id, Begini Cara Daftarnya

Kabar gembira, pendaftaran kartu Pra Kerja gelombang 4 dan gelombang-gelombang berikutnya dipastikan akan terus dibuka dan diprioritaskan bagi pekerja kena PHK atau dirumahkan akibat pandemi Virus Corona (COVID-19).

Kepastian itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani di tengah polemik kartu Pra Kerja terutama soal biaya pelatihan.

Anda juga bisa kembali menyimak cara daftar kartu Pra Kerja gelombang 4 untuk mendapatkan bantuan total Rp 3,5 juta (biaya pelatihan dan insentif).

Cara mudah cairkan insentif  kartu Pra Kerja bisa melalui BNI dan e-wallet OVO, Gopay dan LinkAja.

Seperti diketahui, banyak pihak menilai, pemerintah mestinya mencairkan manfaat program kartu Pra Kerja yang sebesar Rp 1 juta untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) alih-alih untuk membiayai pelatihan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun menjelaskan, desain kartu Pra Kerja yang sebelumnya telah dibentuk murni untuk pelatihan telah digeser fungsinya menjadi bansos.

Bendahara Negara itu menjelaskan, pemerintah melalui Program Kartu Prakerja memberi BLT sebesar Rp 600.000 per bulan untuk empat bulan.

Besaran tersebut sama seperti program bansos lain yang juga digelontorkan pemerintah.

"Kemudian yang dipersoalkan, perlukah Rp 1 juta? Kemarin sudah direview, apakah itu justified, karena yang dipermasalahkan apakah memang kursusnya harganya segitu?" ujar Sri Mulyani melalui instagram live bersama dengan Reza Rahadian, Jumat (1/5/2020).

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah sebagai pembuat kebijakan akan terus mengevaluasi program yang merupakan janji kampanye Presiden Jokowi itu.

Namun demikian, dia meyakini dana bantuan untuk pelatihan Rp 1 juta tersebut harus dipertahankan lantaran desain program kartu Pra Kerja menurutnya sudah baik.

Program tersebut dibuat untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja Indonesia dengan berbagai pelatihan peningkatan kemampuan kerja dengan berbagai pelatihan yang ada.

"Ini program bagus, program baru, janji Presiden Jokowi untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar skillnya meningkat. Namun karena outbreak, maka didivide, ada bantalan sosial yang diberikan cash.  

Namun kita enggak boleh give up dengan sistem pelatihannya," ujar dia.

Perempuan yang akrab disapa Ani itu pun menyambut baik setiap kritik publik terkait pelaksanaan program kartu Pra Kerja.

Pasalnya, setiap masukan tersebut akan selalu dibahas dan ditindaklanjuti agar pelaksanaan program kian baik ke depan.

"Kritik-kritik ini bagus, pemerintah jadi tahu kelemahannya di sini, bolongnya di sini dan pemerintah bukan seperti makhluk yang masukan tidak didengar. Kritik sosial seperti ini akan masuk terus," ujar dia.

Prioritas 1,7 pekerja 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa berdasarkan rekonsiliasi data ketenagakerjaan terdapat kurang lebih 1,4 juta tenaga kerja yang dirumahkan akibat dampak Covid-19.

Selain itu terdapat 314.833 pekerja informal yang juga terdampak akibat penyebaran Covid-19.

"Sehingga total tenaga kerja yang terdampak adalah 1,7 juta. Data ini adalah data yang telah dipusatkan oleh kemenaker diverifikasi," kata Airlangga, Kamis, (30/4/2020).

Airlangga mengatakan, mereka yang terkena PHK akan diiikutkan ke program kartu Pra Kerja secara bertahap dalam 4-5 minggu ke depan.

Adapun menurut Airlangga sebanyak 456 ribu penerima kartu Pra Kerja dari 9 juta pendaftar telah mendapatkan saldo gelombang pertama dan kedua.

"Dari pengguna kartu Pra Kerja 18% mengambil fasilitasnya melalui perbankan yaitu BNI sisanya menggunakan e-Money," kata dia.

Sementara, mereka yang telah menerima saldo tersebut kebanyakan berada di Jakarta, Jabar, Jatim, Jateng, Banten, dan Sulsel.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran kementeriannya untuk memprioritaskan kartu Pra Kerja bagi mereka yang terkena PHK saat darurat Covid-19.

Hal itu karena jumlah pendaftar kartu Pra Kerja melebihi kapasitas.

"Informasi terakhir yang saya terima yang mendaftar untuk kartu Pra Kerja sudah 8,4 juta padahal jatahnya hanya untuk 5,6 juta sehingga sekali lagi untuk korban PHK agar diberikan prioritas," kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas, Kamis, (30/4/2020).

Presiden juga meminta jajaran kabinetnya melindungi para pekerja, termasuk para pekerja migran.

Mereka yang terkena dampak Covid-19 harus mendapat bantuan sosial.

"Berikan perlindungan kepada para pekerja migran baik yang sudah kembali ke tanah air maupun yang masih di luar negeri sehingga mereka betul-betul pada posisi tetap terlindungi dan kita juga telah mengirimkan paket-paket sembako bagi para pekerja migran kita di Malaysia dan saya minta ini tetap diteruskan," tuturnya.

Terkahir Presiden meminta kepada sejumlah Kementerian agar segera mengimplementasikan program padat karya tunai.

Sehingga dapat membantu menjaga daya beli masyarakat.

"Selain itu agar ada penyerapan tenaga kerja yang banyak di situ," ujarnya.

Kartu Pra Kerja Gelombang 4

Sementara itu pendaftaran kartu Pra Kerja gelombang 3 telah berakhir kemarin, Kamis (30/04/2020).

Namun jangan khawatir karena akan terus dibuka gelombang 4 dan gelombang-gelombang berikutnya.

Bagi peserta yang gagal pada seleksi sebelumnya juga bisa mendaftar kembali di gelombang berikutnya tanpa harus mengulang prosesi dari awal.

Sementara bagi pendaftar baru, diwajibkan melakukan prosesi pendaftaran sejak awal dan melakukan tes seleksi.

Kartu Pra Kerja sejatinya adalah janji kampanye Presiden Jokowi, namun jumlahnya kini diperbesar setelah terjadinya pandemi Corona (COVID-19).

Kartu Pra Kerja awalnya dianggarkan Rp 10 triliun tahun ini, sekarang ditambah menjadi Rp 20 triliun.

Bagi yang lolos seleksi kartu Pra Kerja akan mendapatan bantuan Rp 3,5 juta untuk biaya pelatihan kerja dan insentif selama 4 bulan.

Ketelitian saat mengisi data dan mengunggah foto sangat diperlukan selama proses daftar kartu Pra Kerja.

Dua kesalahan yang paling sering terjadi yakni keliru saat memasukan NIK hingga kualitas penampakan foto selfie (swafoto) yang kurang baik.

1. Cara Daftar Kartu Prakerja Bagi Peserta Gagal dan Peserta Baru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang digelar Kamis (16/4/2020) menjelaskan pendaftaran bagi peserta yang gagal pada gelombang sebelumnya.

Airlangga mengatakan,bagi yang lolos verifikasi tahap ketiga tapi tak lolos sebagai anggota tak perlu registrasi ulang jika hendak mengikuti seleksi kartu Pra Kerja gelombang selanjutnya.

"Bagi 1.878.026 yang belum ikut di dalam batch pertama ini, ini nanti tidak perlu mendaftar ulang," kata Airlangga, dikutip dari Kompas.com.

"Nanti kami akan memberikan email untuk di-link di komputernya atau di smartphone-nya untuk diklik mau ikut ke gelombang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya," ujar dia.

Sementara itu bagi pendaftar baru harus menyelesaikan sederet prosesi pendaftaran hingga tes seleksi.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Membuat akun Prakerja

- Masuk ke situs www.prakerja.go.id

- Masukan nama lengkap, alamat email, dan kata sandi baru Cek email dari Kartu Prakerja.

- ikuti petunjuk untuk konfirmasi akun email.

- Setelah konfirmasi akun email berhasil, kembali ke situs Prakerja

2. Isi data diri

- Masuk ke akun dengan alamat email dan kata sandi yang baru dibuat

- Masukan nomor KTP dan tanggal lahir, lalu klik "Berikutnya".

- Isi data diri dengan lengkap formulir kartu prakerja (nama lengkap, alamat email, alamat tempat tinggal, alamat domisili, pendidikan, status kebekerjaan, foto KTP, dan foto selfie dengan KTP), lalu klik

"Berikutnya"

- Masukan nomor telepon dan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS

3. Ikuti tes seleksi

- Ikuti tes motivasi dan kemampuan dasar selama 15 menit. Siapkan alat tulis dan kertas bila perlu

- Tunggu email pemberitahuan dari Kartu Prakerja setelah menyelesaikan tes

- Setelah mendapatkan email pemberitahuan, kembali ke situs, dan gabung ke gelombang pendaftaran.

- Setelah melewati tahapan cara membuat kartu Prakerja tersebut, peserta tinggal menunggu notifikasi apakah diterima atau tidak sebagai peserta Kartu Prakerja 2020.

Setelah dinyatakan lolos, peserta akan diberikan bantuan untuk mendafatar pelatihan sebesar Rp 1 juta di akun Pra Kerja.

2. Cara Pilih Pelatihan Pra Kerja

Berikut tahapan-tahapannya:

- Masuk ke situs mitra platform digital resmi yang jadi penyelenggara pelatihan online Kartu Prakerja

- Pilih pelatihan yang tersedia dan lakukan pembelian

- Muncul metode pembayaran yang tersedia, lalu pilih metode pembayaran dengan saldo Kartu Prakerja

- Peserta akan diminta memasukkan nomor akun Kartu Prakerja

- Masukan kode OTP yang dikirimkan lewat SMS ke ponsel

- Transaksi pembayaran pelatihan online berhasil

- Peserta bisa memulai pelatihan online di mitra penyelenggara

Catatan:

- Sebelum memilih pelatihan, pastikan saldo bantuan Kartu Prakerja mencukupi.

- Peserta juga harus merahasiakan nomor akun Kartu Prakerja dan kode OTP yang dikirim via SMS.

Jangan lupa, pilih pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan, minat, keterampilan, dan kemampuan.

Agar pelatihan yang didapat bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Di program pelatihan online Kartu Prakerja, terdapat 8 mitra penyelenggara pelatihan yang ditunjuk pemerintah antara lain Tokopedia, Ruangguru, Pintaria, Bukalapak, Sisnaker, MauBelajarApa, Pijar, dan SekolahMu.

3. Cara Cairkan Insentif

Setelah menyelesaikan pelatihan online, peserta akan mendapatkan sertifikat dari mitra pemberi pelatihan.

Sementara untuk dana insentif pasca-penuntasan pelatihan dan pasca-pengisian survei evaluasi bisa dicairkan di rekening BNI.

Bank pelat merah ini jadi salah satu mitra pembayaran untuk program Kartu Prakerja 2020.

Berikut cara mencairkan dana bantuan Kartu Prakerja ke rekening BNI ( cara mencairkan dana Kartu Prakerja lewat ATM):

1. Buka rekening BNI Taplus Prakerja tanpa setoran awal dan bebas biaya administrasi 1 tahun pertama di http://bit.ly/eForm-BNIPrakerja.

2. Nomor rekening akan kamu terima melalui SMS dari BNI.

3. Daftarkan dirimu di www.prakerja.go.id lalu ikuti tes seleksinya. Informasi penerimaan hasil seleksi program Kartu Prakerja akan dikirim melalui email yang didaftarkan.

4. Pilih mitra penyedia pelatihan yang sudah bekerja sama diwww.prakerja.go.id.

5. Ikuti pelatihan online hingga selesai dan mendapatkan sertifikat online.

6. Ikuti survei pasca pelatihan melalui www.prakerja.go.id kemudian daftarkan nomor rekening BNI Taplus Prakerja sebagai rekening penerimaan insentif pelatihan dan survei.

7. Dana insentif dan survei ditransfer ke rekening tabungan BNI. Kunjungi kantor cabang BNI untuk bisa aktivasi BNI Mobile Banking dan Kartu Debit BNI.

8. Cairkan dana insentif di jaringan ATM BNI dan Link. Dana siap dicairkan lewat ATM.

sumber : tribunnews
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar