Skip to main content

KABAR TERKINI : Penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni Sudah Dilonggarkan, Warga Bisa Nyeberang Tanpa Suket

Kabar gembira bagi masyarakat Lampung dan sekitarnya.

Saat ini Pelabuhan Bakauheni telah membuka kembali layanan penyeberangan bagi masyarakat umum.

Penumpang yang menyeberang juga tidak perlu lagi menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19.

Meski begitu, protokol kesehatan tetap dijalankan baik oleh penumpang maupun pihak pelabuhan termasuk di dalam kapal.

Setiap penumpang wajib memakai masker, suhu tubuh dibawah 37,5 derajat celcius, dalam kondisi sehat, kemudian mencuci tangan saat memasuki kapal.

General Manajer PT. ASDP Cabang Bakauheni, Capten Solikin menjelaskan, saat ini posko cek poin di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni sudah ditutup.

Penyeberangan juga sudah kembali normal meski tetap memperhatikan dan mengacu pada protokol kesehatan.

"Penyeberangan sudah mulai dilonggarkan. Tetapi tetap mengacu para protokol kesehatan. Arus penyeberangan mulai mengalir baik penumpang penjalan kaki serta kendaraan pribadi dan bus," katanya.

Untuk diketahui pemerintah memang telah memutuskan membuka kembali layanan penyeberangan rute Bakauheni-Merak.

Ini seiring berakhirnya penerapan Permenhub No 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Meski begitu, otoritas pelabuhan memerintahkan pengelola pelabuhan dan operator penyeberangan menjalankan protokol kesehatan secara ketat untuk menghindari penyebaran virus Corona.

Pemerintah melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten sudah mengeluarkan surat terkait pemberlakuan protokol kesehatan di pelabuhan dan feri.

"Untuk pelabuhan kita ya kondisi normal lagi, tapi dengan kondisi protokol kesehatan. Jadi saya sudah ngeluarin surat (kepada) operator pelabuhan, operator kapal penyeberangan untuk 'new normal' ini mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang sudah diatur," kata Kepala BPTD Wilayah VIII Banten Nurhadi, Senin (8/6/2020).

Penumpang Pejalan Kaki

Pantauan Tribunlampung.co.id kemarin siang, arus penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni masih terpantau lengang.

Meski begitu sudah terlihat adanya kendaraan pribadi, bus, termasuk pejalan kaki yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa.

Secara umum, angkutan masih didominasi truk logistik.

Para penumpang diwajibkan memakai masker, mencuci tangan, kemudian suhu tubuh mereka dicek menggunakan thermal gun.

Bagi penumpang yang memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat celcius, maka akan diarahkan ke KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan).

Untuk penumpang yang memiliki subu tubuh dibawah 37,5 derajat celsius, dapat melanjutkan perjalanannya.

Untuk warga yang suhu tubuhnya dibawah 37,5 derajat ini diperbolehkan membeli tiket menggunakan sistem e-money dengan dibantu oleh petugas.

Lebih lanjut General Manajer PT. ASDP Cabang Bakauheni, Capten Solikin menerangkan, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan untuk pemberlakukan new normal.

Protokol kesehatan itu mulai dari penyediaan tempat mencuci tangan, pemeriksaan kesehatan, kewajiban menggunakan masker, serta sterilisasi fasilitas pelabuhan dan kapal telah dilakukan sejak awal adanya pandemi Covid-19.

Physical distancing antarpenumpang juga diberlakukan di pelabuhan maupun di dalam kapal.

Tidak hanya pada pengguna jasa.

Penerapan protokol kesehatan ini juga berlaku bagi karyawan dan seluruh stakeholder yang berkegiatan di lingkungan pelabuhan Bakauheni.

Untuk penjualan tiket online penumpang pejalan kaki, kendaraan pribadi dan bus, Solikin mengatakan, masih menunggu arahan dan keputusan dari BPTD.

Meski begitu, ia mengaku, memasuki awal Juni hingga kemarin, angkutan penyeberangan secara umum telah mulai meningkat. Bahkan menyentuh angka 4.700 transaksi.

Padahal di akhir Mei lalu, angkutan penyeberangan hanya sekitar 2.700 transaksi.

Dalam kondisi normal, jumlah kendaraan yang menyeberang ini mencapai 8.000 lebih transaksi.

"Jadi saat ini ada kenaikan kendaraan rata-rata 29 persen. Untuk penumpang, naik 13 persen. Jumlah kapal yang operasi saat ini menjadi 23 unit termasuk di dermaga eksklusif, naik dibanding saat pembatasan yang hanya 18 unit kapal," jelas dia.

Untuk dermaga saat ini yang beroperasi ada 5 unit. Sebelumnya dermaga yang beroperasi hanya 4 unit.

Sambut Baik

Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) menyambut baik diberlakukannya kebijakan new normal oleh pemerintah.Kebijakan tersebut diharapkan dapat menggeliatkan kegiatan ekonomi serta mobilitas masyarakat.

Kepala Gagapasdap Cabang Pelabuhan Bakauheni, Warsa mengatakan, berakhirnya masa surat gugus tugas dan Permenhub No 25 Tahun 2020 pada Minggu (7/6/2020) kemarin, akan dapat melonggarkan arus penyeberangan secara berlahan kepada kondisi normal.

Meski demikian, Gapasdap tetap akan menggu arahan atau kebijakan lanjut dari pemerintah terkait dengan penerapan new normal.

“Saat ini untuk pemeriksaan di cek poin sudah tidak ada. Sudah sedikit diperlonggar,” kata dia, Senin (8/6/2020).

Menurutnya, Gapasdap pun telah membuat SOP (standar operating prosedur) untuk protokol kesehatan di kapal feri lintasan selat Sunda.

Seperti kewajiban menyediakan tempat cuci tangan (hand sanitizer), memberlakukan physical distancing (jaga jarak) kepada para penumpang.

Kemudian, melakukan pemeriksaan kondisi suhu tubuh penumpang serta kewajiban untuk menggunakan masker bagi para pengguna jasa maupun karyawan (ABK) di kapal.

Warsa menambahkan, terkait dengan physical distancing.

Untuk angkutan kapal dibatasi 50 persen dari kapasitas yang ada.

Pihak kapal pun memberikan tanda pada tempat duduk sebagai bentuk jaga jarak para penumpang.

“Kalau kapasitas kapal 500 penumpang. Hanya mengangkut 250 orang. Hanya 50 persen dari kapasitas,” kata dia.

Menurut Warsa, Gapasdap optimis dengan diberlakukannya kebijakan new normal yang memberikan kelonggaran, bisa kembali menumbuhkan angkutan penyeberangan di lintasan selat Sunda yang sebelumnya mengalami penurunan signifikan hingga 70 persen.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar