Skip to main content

RESEP MEMBUAT BAKPAO JADUL. Lembut Empuk dan Mengenyangkan

Bakpao merupakan makanan tradisional Tionghoa. Dikenal sebagai bakpao di Indonesia karena diserap dari bahasa Hokkian yang dituturkan mayoritas orang Tionghoa di Indonesia. Pao itu berarti bungkusan dan bak itu artinya daging, jadi bakpao berarti bungkusan (berisi) daging. Bakpao dalam bahasa Hakka / Khek yaitu nyukppao / yugppao yang mempunyai arti yang sama yaitu daging berbungkus. Bakpao sendiri secara harfiah adalah baozi yang berisi daging. Pada awalnya daging yang paling lazim digunakan adalah daging babi. Akan tetapi baozi sendiri dapat diisi dengan bahan lainnya seperti daging ayam, sayur-sayuran, serikaya manis, selai kacang kedelai, kacang azuki, kacang hijau, dan sebagainya, sesuai selera. Bakpao yang berisi daging ayam dinamakan kehpao. Kulit bakpao dibuat dari adonan tepung terigu diberi ragi untuk mengembangkan adonan, setelah diberikan isian, adonan dibiarkan sampai mengembang lalu di kukus sampai matang. Untuk membedakan isi bakpao, tanpa daging (vegetarian) biasanya di atas bakpao diberi titikan warna, demikian juga dengan isian yang lain diberi tanda warna yang berbeda-beda.

BAKPAO By : Wawa Wiati

Bahan - bahan :
  • 300 gram tepung terigu protein rendah atau kunci biru (atau 260 gram tepung terigu protein sedang tambah 40 gram tepung maizena)
  • 40 gram gula pasir
  • 1 sendok teh muncung fermipan
  • 1/2 sendok teh baking powder
  • 30 gram minyak atau 2 sendok makan
  • 1/4 sendok teh garam
  • 160 ml susu cair atau air (bisa kurang atau lebih tergantung kalisnya adonan)
Cara membuat :

Campurkan tepung dengan gula pasir, fermipan dan baking powder, lalu aduk rata.

Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis, kemudian masukkan minyak dan garam, lalu uleni sampai kalis, pada tahap ini adonan terlihat halus dan teksturnya lembut elastis.

Bagi menjadi 12 bulatan, kemudian susun secara berurutan di loyang, ambil bulatan yang pertama dibentuk, lalu pipihkan dan beri isian.

Bentuk yang rapi, kemudian letakan diatas kertas roti yang telah dipotong kotak-kotak kecil, lakukan hingga adonan habis lalu susun secara berurutan di loyang.

Istirahatkan adonan hingga ngembang selama 30- 45 menit, kemudian olesi permukaanya dengan susu cair (boleh di skip).

Sementara itu siapkan kukusan, kemudian isi dengan air (jangan terlalu banyak), lalu panaskan hingga air mendidih, kecilkan api dan gunakan api sedang cenderung kecil.

Masukkan bakpao yang sudah mengembang, kemudian kukus selama 5-7 menit, lalu matikan api, diamkan sesaat (kurang lebih selama 1/2 -1 menit).

Buka tutup kukusan, lalu keluarkan bakpao dari kukusan.

Bahan Isian :
  • 100 ml air
  • 25 gram gula pasir (boleh ditambah sesuai selera)
  • 15 gram tepung maizena
  • 15 gram tepung terigu
  • 20 gram susu bubuk
  • 20 gram susu kental manis
  • 1 butir telur dikocok asal rata
  • 20 gram butter atau margarin dilelehkan
Cara membuat :

Campurkan susu kental manis dengan air, lalu sisihkan.

Ayak tepung terigu, tepung maizena dan susu bubuk, kemudian masukkan gula, aduk rata, lalu tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tidak ada yang bergerindil.

Masukkan telur dan margarin cair, kemudian aduk hingga tercampur rata dengan whisker.

Masak dengan api kecil hingga mengental dan matang sambil terus diaduk agar hasilnya licin dan lembut, Setelah matang kemudian matikan api, aduk terus sampai adonan menggumpal dan lembut serta uapnya habis.

Biarkan hingga dingin, kemudian bagi menjadi bulatan-bulatan kecil kira-kira @15-20 gram atau sesuai kebutuhan.

Selamat mencoba.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar