Skip to main content

Bak Kacang Lupa Kulitnya, Merry Marah Sampai Lempar Lakban Gegara Lihat Perilaku Dimas Ahmad yang Menjadi-jadi: Gue Pulangin Lu Jadi Tukang Bakso!


Lihat kelakuan Dimas Ramadhan atau Dimas Ahmad, asisten Raffi Ahmad marah besar.

Merry yang sudah mengabdi selama 16 tahun terlihat geram melihat kelakuan Dimas Ahmad yang semakin menjadi-jadi.

Karena kesalnya lihat kelakuan asli Dimas, Merry pun sampai lempar lakban ke arah kembaran Raffi Ahmad.

Awalnya, Merry, Dimas dan Sensen diminta Raffi Ahmad untuk mendekor rumah untuk acara ulang tahun bersama Nagita Slavina.

Menurut Raffi Ahmad, jika pekerjaan ketiga asistennya itu berantakan, akan diancam potong gaji.

"Pokoknya didekor. Kalau ada apa-apa, lu (tunjuk Merry) potongnya 70 persen gaji, lu (tunjuk Dimas) dipotong 50 persen, lu (tunjuk Sensen) dipotong 30 persen."

"Itu tanggung jawab masing-masing kalau ada kesalahan," tegas Raffi Ahmad, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Trans TV acara Janji Suci.

Mendengar ancaman Raffi Ahmad, pemilik nama asli Muhamad Sadili pun memelas.

"Kalau dipotong 70 persen, aku makan apa? Kontrakan enggak kebayar kalau dipotong 70 persen bos," ucap Merry.

"Makan hati bisa kan?" timpal suami Nagita Slavina.

"Udah sering," imbuh Merry lebih tegas.

Begitu pun dengan Dimas, yang khawatir cicilan mobil mahalnya tak bakal terbayar jika kini gajinya dipotong Raffi Ahmad.

"Kalau dipotong 50 persen, cicilan mobil enggak kebayar A," ucap Dimas, tak kalah memelas.

"Itu dia, biar kalian bertanggung jawab," imbuh Raffi Ahmad.

Setelah itu, Raffi Ahmad meninggalkan Merry, Dimas dan Sensen untuk mengerjakan tugasnya.

"Udah cepet kerja yang bener. Awas kalau nggak bener," ucap Raffi Ahmad tegas.

Menurut pantauan TribunnewsBogor.com, terlihat Merry sibuk mendekor depan rumah Raffi Ahmad.

Sambil mendekor, Merry pun menasihati Dimas dan Sensen agar tetap jadi asisten yang baik untuk Raffi Ahmad.

"Yang enggak pantes tuh dipantas-pantasin, Sen, Dimas. Jadi biar enak. Jadi asisten bos itu harus cekatan, semua kemampuan harus digunain, biar bos puas," ucap Merry.

Tak disangka, di belakang Merry, Dimas dan Sensen malah asik-asikan menonton video dan juga berfoto selfie.

Menoleh ke belakang, Merry pun geram.

Ia pun langsung melemparkan lakban ke arah Dimas yang masih pegang HP.

Tertimpuk lakban lemparan Merry, Dimas pun tampak mengaduh kesakitan.

"Lu enak-enakan banget ya dari situ. Gue dari tadi kerja mati-matian, lu malah asik duduk selfie-selfian," tegas Merry murka.

Masih emosi, Merry menyebut Dimas cuma makan gaji buta selama kerja bareng Raffi Ahmad.

"Di sini lu mau makan gaji buta? Enak banget lu, lu juga terkenal secara instan karena Raffi Ahmad," tegas Merry.

Dituding seperti itu, Dimas hanya diam tak berani melawan.

Tak hanya Dimas, Sensen pun jadi sasaran amukan Merry.

"Lu juga. Masa orang lama yang dikerjain sama lu?" tegas Merry.

Setelah itu, Merry pun dengan tegas menyuruh Dimas dan Sensen untuk berkeja membantunya dekor.

"Kerja sini, jangan makan gaji buta. Sini bantuin gue !," tegas Merry.

Diakui Merry, dirinya sering merasa diabaikan oleh Raffi Ahmad.

"Heran deh, kalau ada kesalahan, gue yng disalahin. Kalau ada kebenaran, lu yang ditepuk tanganin duluan. Gue akj terus yang dibully," ujar Merry.

Bukannya langsung membantu Merry, Dimas dan Sensen masih adik duduk.

Sontak, Merry pun makin murka.

"Buruan kerja. Kan kata bos nyuruh kerja. Ngapain lu masih disitu? Heran gue," tegas Merry.

Dimarahi seperti, Sensen berseloroh.

"Dia tuh kebanyakan makan hati jadi darah tinggi," seloroh Sensen sindir Merry.

Disindir seperti itu, Merry makin melotot tajam.

Karena tak ingin melihat Merry makin murka, Dimas dan Sensen pun lansgung membantu Merry mendekor.

"Udah buruan sini, ngapain lu duduk di situ, Heran gue lu duduk manis doang kerjaannya," ucap Merry.

Setrelah itu, Merry pun menyindir tegas Dimas yang ditudingnya cuma makan gaji buta.

"Gue pulangain lu jadi tukang bakso lagi, baru tahu rasa lu," tegas Merry.

youtube image

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar