Skip to main content

Ustaz Solmed Kembali Beri Pembelaan, Samakan Aksi Joget Istri dengan Tarian Ini Malah Makin Dihujat


Ustadz Solmed kembali buka suara terkait aksi sang istri, April Jasmine joget TikTok yang sampai saat ini ramai menjadi bahan perbincangan. Ia pun memberikan pembelaannya untuk sang istri.

Menurut ustaz Solmed, aksi joget sang istri seharusnya tak perlu dipermasalahkan. Pasalnya gerakan joget yang April Jasmine tunjukkan dinilai simpel dan sama seperti tarian "Potong Bebek Angsa".

"Saya melihat apa yang dilakukan oleh istri saya dengan gerakan yang sangat simpel, sangat sederhana, itu kan enggak ubahnya dulu kita nyanyi Potong Bebek Angsa. Tangan ke kanan, tangan ke kiri, kaki ke kanan, kaki ke kiri," ujar ustaz Solmed.

"Jadi yang salah itu apanya? Gerakannya atau lagunya atau TikTok-nya? Nah kita harus jernih memandang dan melihat persoalan," lanjut ustaz Solmed.

Ustaz Solmed pun menjelaskan jika tarian masuk dalam kategori ikhtilaf. Di mana ada perbedaan pandangan di antara ulama terhadap suatu persoalan.

"Jauh sebelum hari ini, ulama-ulama kita sudah membahas soal tarian dan itu masuk kategori ikhtilaf dan mereka semua berbeda tapi mereka tidak saling mencela, tidak saling memaksa. Jangan maunya kita semua orang harus ikut. Sementara orang lain, kita enggak mau ikutin. Saling mendengar, menghormati, itu yang diajarkan oleh agama yang dibawa oleh Nabi SAW," pungkas ustaz Solmed.


Sayangnya penuturan ustaz Solmed itu malah ditanggapi sinis oleh para netter. Bahkan ustaz Solmed dituding hanya sekedar mencari pembenaran. Netter pun ramai mendesak ustaz Solmed agar menyampaikan permohonan maaf terkait aksi joget istrinya itu.

"Sll bner ya pak, cari pembenaran terus dengan bawa agama," komentar akun @er*****an. "Apa susahnya sih bilang 'terima kasih untuk yg sudah mengingatkan, kedepannya saya akan memberitahu istri saya bermain tiktok bukan hanya joget2 tp bisa tutorial pake hijab, masak atau lain hal kalau dia ingin bermain tiktok'," sambung akun @al*****uz.

"Apa susahnya bilang awalnya dengan kata maaf, maaf jika ada sesuatu yg bla bla bla gitu. Endingnya baru meluruskan, jika saya boleh berkomentar menurut saya seperti ini bla bla bla. Gitu lebih enak gak sih?" sahut akun @re*****an. "Ya udah sih minta maaf aja.. Susah amat.. Bilang aja 'khilaf' akhirnya kan jadi panjang masalahnya. Belum lagi nanti ustadz yg lain berkomentar," timpal akun @ar*****88.

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar