Skip to main content

"KAMU Sudah Mati Dalam Hidup Saya," Terungkap Sosok Istri Pertama Pengacara Kondang: Pilih Cerai


Setelah urusannya dengan Desiree Tarigan lumayan mereda, pengacara kondang Hotma Sitompol dapat "kejutan" lagi.

Kali ini berasal dari wanita yang mengaku sebagai istri pertamanya bernama Rosmawaty.
Rosmawaty mengaku bercerai dari Hotman Sitompul karena beda agama.  Tapi pengakuan lain yang lebih mengejutkan.  Apa itu?

Rosmawaty mengaku sebagai istri pertama Hotma Sitompul. Keduanya menikah pada 1975 dan dikaruniai seorang anak.

Baru setahun menikah, wanita berjilbab itu memutuskan bercerai dari Hotma Sitompul--persis saat dirinya sedang hamil.

Kabarnya, perceraian itu terjadi lantaran Hotma Sitompul meminta Romawaty untuk pindah agama.

Tapi bukan itu rupanya yang bikin Rosmawaty kecewa melainkan karena Hotma Sitompul disebut tak mengakui keberadaan dirinya juga anak yang dia kandung.

Anak itu kini bernama Rahmat Saleh Effendi.

Hotma Sitompul sendiri, dalam sebuah wawancara, mengaku hanya punya empat anak dari dua kali pernikahan.

Dia tak menyebut pernah menikah dengan wanita bernama Rosmawaty.

Menurut Rosmawaty, Hotma Sitompul pernah memintanya untuk bertemu.

Tapi Rosmawaty sudah menganggap pengacara 56 tahun itu sudah tiada.

"Hotma meminta ketemua sama saya, kamu sudah mati dalam hidup saya," ujarnya.

"Saya bilang saya bukan perempuan mengejar popularitas atau harta dari orang ini."

Dengan gamblang dia bilang tak pernah meminta uang sepeser pun kepada Hotma Sitompul.

Rosmawaty mengaku masih punya harga diri sebagai seorang perempuan.

"Saya nggak pernah minta, saya punya harga diri," ujarnya.

"Nggak pernah saya minta, insyaAllah keluarga saya masih mampu menyekolahkan anak sendiri, tanpa bantuan dia."

Walau anaknya tak diakui oleh Hotma Sitompul, Rosmawaty bersyukur buah hatinya itu bisa melanjutkan pendidikan hingga jenang S2.

"Alhamdulillah anak saya sekolah tanpa uang sepeser pun dari Hotma sampai S2-nya," tambahnya.

"Selesai dari UI, (lalu) Teknik Komputer dari (S2) Binus biaya dari saya. Jangan dibangga-banggakan anak tirinya, disekolahkan keluar negeri."

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar